Iklan

Jumat, 18 Februari 2011

Christian Gonzales Main Sinetron 'ISLAM KTP'

Striker Timnas PSSI asal Persib Bandung, Christian Gonzales bermain sinetron ISLAM KTP yang diproduksi sebuah stasiun televisi swasta nasional di Jakarta.

Striker naturalisasi tersebut akan bermain dan mengikuti skenario yang menceritakan perjalanan hidupnya sebagai pemain sepak bola profesional, menjadi mualaf serta kehidupan kesehariannya beserta keluarga dan lingkungannya.

"Kebetulan Christian sedang libur kompetisi bersama Persib, jadi ada di rumah. Berbeda dengan biasanya kita berlibur ke luar kota tahun ini kami manfaatkan untuk mencari pengalaman baru main sinetron, kebetulan kesempatan itu ada," kata Eva Nurida Siregar, istri Christian Gonzales di Bandung, Kamis.

Eva menyebutkan, shooting sinetron ISLAM KTP hanya berlangsung sehari, dan hal itu tidak mengganggu program latihan bersama Persib Bandung yang kebetulan sedang libur. Ia juga sudah mendapat izin dari Persib untuk kegiatan mengisi liburannya itu.

Menurut Eva, melalui pengalaman barunya itu, ia dan suaminya berharap mendapatkan sesuatu yang baru, dan yang jelas memberikan hiburan kepada masyarakat yang selama ini mengenal Gonzales sebagai pemain sepak bola.

Rencananya, Christian Gonzales yang setelah menjadi mualaf menyandang nama Mustafa Habibie" akan memerankan sebagai seorang pria, pemain sepak bola, mualaf, kepala keluarga serta idola masyarakat. Dalam shooting, ia akan memerankan dirinya sendiri dan ditemani istri dan anak pertamanya, Amanda.

"Hari ini (Kamis), kami sekeluarga menghapal skenarionya buat shooting besok hari di sekitar Jakarta. Lucu juga ngapalin skenario karena ini pertama kalinya ia lakoni," kata Eva.

Menurut Eva, kesempatan untuk mengaktualisasi diri di sektor lain merupakan tantangan tersendiri, terlebih apa yang dilakoninya tidak mengganggu aktivitas pekerjaan suaminya sebagai pemain sepak bola profesional.

Ia berharap, penuturan pengalaman hidup Christian dan keluarganya bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat di Indonesia yang selama ini mengenalnya di lapangan hijau. (antara/dar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar