Iklan

Minggu, 06 Maret 2011

Kisah Anton Krotov “Backpacker Muslim” Keliling Dunia Tanpa Modal

Jarum jam menunjuk pukul 23.00 Kamis lalu (4/3). Jalanan di Jakarta sudah senyap. Seorang pria kulit putih berjenggot lebat tampak sedang berkonsentrasi menghadap layar komputer jinjing di sebuah rumah di bilangan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Beberapa kali pria itu membenahi sarung yang melingkar di pinggangnya. Dahinya mengernyit sembari mengetik deretan kalimat dalam bahasa Rusia. Dialah Anton Krotov, salah seorang pencetus metode perjalanan ekstrem berkeliling dunia tanpa modal.

Anton Krotov Anton Krotov saat berada di Papua berpose bersama pelajar SMU setempat

Malam itu adalah hari terakhir dia tinggal di Jakarta. Beberapa minggu sebelumnya, dia sempat tinggal di Aceh sebelum mampir dua malam di Jakarta. Dalam kunjungan keempatnya ke Indonesia kali ini, Anton berencana menyusur Pulau Jawa dengan kereta dan transit di Solo, Jawa Tengah, serta Kota Malang, Jawa Timur.

Minggu depan, dia segera melanjutkan perjalanan ke Papua Nugini. “Dalam setahun, sembilan bulan saya habiskan berkelana di jalanan dan berkeliling dunia. Tiga bulan sisanya saya pulang ke Moskow atau menetap di satu negara,” ujar Anton dalam bahasa Inggris berlogat Rusia. Jawa Pos berhasil menemuinya malam itu atas bantuan Duta Besar Backpacker Indonesia Nancy Margaretha.

Anton mencatat, dirinya telah berkelana ala hitchhiking atau menumpang gratis kendaraan darat sekitar 700 ribu kilometer. Mantan wartawan itu pun telah memublikasikan informasi perjalanan dan ragam tip dalam situs berbahasa Rusia www.avp.travel.ru. Dia juga telah menerbitkan 37 judul buku yang sebagian telah diterjemahkan dari bahasa Rusia ke beragam bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Anton sukses menjual sekitar 200 ribu kopi berbagai judul buku perjalanan tersebut. Yang paling diminati adalah buku saku berjudul Practice of Free Travels or Free Travel in Practice. Buku itu memuat cara-cara berkeliling dunia dan bertahan hidup di medan-medan sulit, termasuk teknik berkelana tanpa modal.

Anton memulai hobi berkelana ekstrem pada 1991 ketika berusia 15 tahun. Saat itu, dia menyisir daratan Uni Soviet yang luasnya 2/3 seluruh daratan bumi. Padahal luas resmi negara yang kini bernama Rusia itu tercatat 17.075.400 kilometer persegi atau sembilan kali luas Indonesia.

Ketika itu, dia hanya membawa satu koin 60 sen dan menjelajahi bekunya suhu Rusia selama dua bulan. Perjalanan ditempuh dengan numpang semua jenis moda transportasi, mulai mobil pribadi, truk barang, sampai helikopter. Sukses menaklukkan 86 di antara total 89 provinsi di Rusia yang dinilai merupakan medan terberat di muka bumi membuat dirinya ketagihan. Anton pun mulai intensif menjejakkan kaki di benua-benua lain dan berkelana. Hingga saat ini, dia telah berkunjung ke 49 negara.

Ciri khas Anton adalah gemar mengunjungi negara yang dimusuhi Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Terutama yang dicap negara konflik, negara teroris, negara endemi penyakit, atau negara miskin. Dengan begitu, dia bisa memberitakan kepada dunia tentang fakta-fakta riil di kawasan tersebut melalui buku serta situsnya.

“Kesimpulan saya, tidak ada manusia jahat. Saya pergi ke Somalia, Angola, Sudan, Madagaskar, Afghanistan, Pakistan, Tajikistan, Indonesia, serta negara-negara lain, mereka semua ramah kepada saya,” ujarnya.  Menurut pria yang 10 tahun silam memeluk Islam itu, di negara-negara konflik justru banyak tersembunyi tempat eksotis. Spot wisata tersebut terkubur kesan angker yang diembuskan negara-negara Eropa dan AS. Melalui buku dan tulisannya, Anton membuka tabir dan mengoreksi travel warning. Tulisannya mendalam dan objektif karena rata-rata dua hingga empat kali dia mengunjungi negara yang sama dalam kurun waktu berbeda sejak 20 tahun terakhir.

Dalam satu dekade belakangan, kata dia, kesan orisinalitas bangsa dunia telah luntur. Dampak globalisasi dan modernisasi telah menyentuh pedalaman Afrika, Timur Tengah, serta Asia. Afghanistan dan Pakistan, misalnya, bukan lagi negara Islam layaknya 10 tahun silam. Warga di sana, lanjut Anton, sangat materialistis setelah listrik, internet, dan telepon seluler menjamur. Semakin banyak yang mahir berbahasa Inggris dan kerap menaikkan harga jika bertemu turis kulit putih. “Sedikit-sedikit dollar Mister, dollar Mister… Mereka kini menyembah uang,” ungkapnya lantas tersenyum kecut.

Ironisnya, di negara-negara Islam itu mulai banyak berdiri kafe, supermarket, dan bar. Penduduk kini bisa mengonsumsi bir secara bebas menirukan budaya Barat. Di Tajikistan Timur misalnya, pada 1999″2001, siapa saja bisa masuk tanpa visa. Turis cukup membayar dengan tembakau atau beberapa belas dolar saja.

Negara yang sulit dijelajahi backpacker, kata Anton, adalah Tiongkok. Sebab, sangat sedikit warganya yang pandai berbahasa asing. Untuk memudahkan berkomunikasi ketika berada di negara itu, dia merancang metode khusus dengan kartu kata. Dia mencetak 50 kata penting dalam kartu bolak-balik. Satu sisi bertulisan bahasa Mandarin dan sisi lain bahasa Rusia. Jika menginginkan sesuatu, dia tinggal menunjukkan kartu kata tersebut kepada warga lokal.

Tip simpel lain, mereka yang ingin berkeliling dunia setidaknya harus mempelajari 200 kata dalam bahasa lokal di tiap negara yang akan dikunjungi. Kata-kata itu sebaiknya berkaitan dengan kebutuhan primer seperti makan, sandang, dan tempat berteduh. Namun, Anton lebih suka menghafal satu kalimat manjur. Apa itu” “Saya tidak punya uang,” ujarnya lantas tertawa.

Tip-tip itu juga disusun dalam materi kurikulum dan diajarkan kepada sesama backpacker melalui lembaga pendidikan informal, yakni Academy of Free Travel. Anton menjabat presiden di lembaga yang kursusnya dilangsungkan berpindah-pindah di berbagai negara itu. Untuk keperluan tersebut, setahun sekali dia menetap selama sebulan dan menyewa rumah di sebuah negara. Di sana, Anton mengundang murid-muridnya dari berbagai negara untuk datang dan berbagi ilmu. Setelah kursus selesai, mereka pun menyebar kembali berkelana membelah penjuru globe.

Menjelang wawancara berakhir, Anton sempat meminta peta dunia buatan Indonesia dan sebuah pena. Sembari ngobrol, dia menunjukkan bahwa peta cetakan lokal itu memiliki banyak kesalahan. Misalnya, sejumlah perbatasan negara yang tidak sesuai di wilayah Afrika dan Timur Tengah. Ada juga pulau-pulau milik Rusia yang dimasukkan ke wilayah Jepang. Dia juga menggambar jaringan jalan baru yang diketahuinya dalam perjalanan. Sebab, bagi pengelana seperti dirinya, pengetahuan peta dan kompas merupakan hal nomor satu yang wajib dimiliki.

Selain memperbaiki peta, Anton memiliki kebiasaan lain, yakni selalu menelepon orang tuanya sebelum tidur dengan fasilitas telepon internet. Itu dilakukan untuk menghormati ayah dan ibunya. Selain itu, agar keselamatan selalu diberikan Allah SWT. “Yang saya pelajari sebagai orang Islam, jika saya salat dan tidak minum alkohol, di mana pun berada, saya akan dibantu dan disayangi orang asing,” katanya.

Sepanjang 2012, jadwal Anton sudah padat. Dia akan mengunjungi Damaskus (Syria), Krasnoyarks (Rusia), Kunming (Tiongkok), dan mengadakan kelas Academy of Free Travel di Guatemala. Pada 2013, kelas akan berpindah ke Madagaskar. Dia berjanji membawa berita-berita baik ke negara-negara itu dan berharap bisa membawa pesan damai Islam di mana pun berada. (Ruanghati.com)

Senin, 28 Februari 2011

Yoyo Akan Dipecat dari Padi

Piyu, gitaris yang sekaligus pentolan di grup 'Padi' pernah berujar akan memecat personil 'Padi' jika ketahuan mengkonsumsi narkoba. Kini, drumer 'Padi', Yoyo sedang tersangkut masalah hukum Karena kedapatan memiliki dan menggunakan Narkoba. Dipecatkah Yoyo dari Band Padi?.
"Walau pun berat, sebagai band kami 'Padi' harus tetap solid, namun demikian sebagai warga negara, kami menghargai hukum," ujar Piyu dalam keterangan persnya di kantor Emotion, Jalan Blora, Jakarta Pusat, Senin (28/2/2011).
Tidak ada jawaban Ya atau tidak yang menegaskan posisi Yoyo dalam tubuh band 'Padi'. Begitu pun Padli, vokalis 'Padi' yang hanya turut bersimpati terhadap rekannya, Yoyo yang saat ini sedang mendekam di sel tahanan BNN. "Intinya kami akan menjadi sahabat untuk selamanya," urai Padli.
Lebih lanjut, sebagai sahabat, para personil 'Padi' mengaku jika sudah menengok Yoyo, Minggu (27/2) malam. "Kami sudah datang semalam jam 12. Kita sebagai sahabat akan tetap beri bantuan kepada Yoyo yang sekiranya perlu," ujar Piyu.
'Padi' adalah sebuah band yang terbentuk pada tahun 1997 dengan Andi Fadly Arifuddin (Fadly, Vokalis), Satriyo Yudhi Wahono (Piyu, Gitar), Ari Tri Sosianto (Ari, Gitar), Rindra Risyanto Noor (Rindra, Bass), dan Surendro Prasetyo (Yoyok, Drum). Sebelum menggunakan nama 'Padi', Band ini bernama 'Soda'. Dan pada tanggal 8 April 1997 berganti nama dengan 'Padi' dimana pencetus adalah Yoyo. (Deva)

Charlie Berharap ST 12 Tidak Bubar

Kabar tak sedap datang dari band yang mengusung genre musik pop melayu, 'ST 12'. Band ini dikabarkan terancam bubar. Saat dikonfirmasi kebenaran kabar tersebut, Charlie sang vokalis hanya meminta doa agar ST 12 tetap exist di belantika musik tanah air. "Jadi gini. Doakan saja agar ST 12 tidak jadi bubar," ujar Charlie saat dihubungi, Minggu (27/2/2011).
Menurut Charlie memang kondisi di tubuh ST 12 sedang ada masalah. Namun Charlie tidak mau menceritakan detail apa akar permasalahannya. Dan lagi-lagi Charlie hanya berharap agar ST 12 tidak bubar.
"Mungkin karena kesibukan masing-masing. Jadi kita jarang bertemu. Pokoknya doakan saja agar ST 12 tidak bubar," paparnya.
Bahkan, keretakan di tubuh ST 12 sangat kentara sekali ketika mereka yang baru saja manggung di luar kota. Pasalnya, para personel yang sudah janjian akan pulang bareng dengan menggunakan pesawat Garuda, tiba-tiba harus pulang dengan pesawat yang berbeda pada Minggu (27/2) sore.
"Semustinya kami pulang bareng dari Padang naik Garuda. Tapi entah kenapa akhirnya misah-misah seperti ini. Saya naik Air Asia, pepeng Garuda. Sedangkan Pepep saya nggak tahu naik apa," tutur Charlie.
Sementara itu, Pepeng, sang gitaris yang ditemui di Bandara Soekarno Hatta, Minggu (27/2/2011) berusaha menghindar dari awak media. "Ntar yah gua ngerokok dulu," ujarnya lalu menghilang begitu saja.
Kabar bubarnya ST 12, diakui Charlie sudah diketahui oleh para STsetia, penggemar ST 12. "Memang sempat menjadi perdebatan juga di facebook bahkan STsetia menyayangkan kalau ST 12 benar-benar bubar. Dan mereka ingin membuat cap darah agar ST 12 tidak bubar," tukas Charlie. (Deva)

Minggu, 27 Februari 2011

Sumber Peradaban Dunia Berasal dari Indonesia

Teori ahli genetika dan struktur DNA manusia dari Oxford University, Inggris, Stephen Oppenheimer, seperti memutarbalikkan sejarah yang sudah ada. Lewat bukunya yang merupakan catatan perjalanan penelitian genetis populasi di dunia, ia mengungkapkan bahwa peradaban yang ada sesungguhnya berasal dari Timur, khususnya Asia Tenggara.

Hal itu disampaikan Oppenheimer dalam diskusi bedah bukunya berjudul 'Eden in The East' di gedung LIPI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis 28 Oktober 2010.

Sejarah selama ini mencatat bahwa induk peradaban manusia modern itu berasal dari Mesir, Mediterania dan Mesopotamia. Tetapi, menurut dia, nenek moyang dari induk peradaban manusia modern berasal dari tanah Melayu yang sering disebut dengan sundaland atau Indonesia.

Apa buktinya? "Peradaban agrikultur Indonesia lebih dulu ada dari peradaban agrikultur lain di dunia," kata Oppenheimer dalam diskusi yang juga dihadiri Jimly Asshiddiqie.

Lulusan fakultas kedokteran Oxford University melalui bukunya mengubah paradigma yang ada selama ini, bahwa peradaban paling awal adalah berasal dari daerah Barat. Perjalanan yang dilakukannya dimulai dengan komentar tanpa sengaja oleh seorang pria tua di sebuah desa zaman batu di Papua Nugini.

Dari situ dia mendapati kisah pengusiran petani dan pelaut di pantai Asia Tenggara, yang diikuti serangkaian banjir pasca-sungai es hingga mengarah pada perkembangan budaya di seluruh Eurasia. Oppenheimer meyakini temuan-temuannya itu, dan menyimpulkan bahwa benih dari budaya maju, ada di Indonesia.

Buku ini mengubah secara radikal pandangan tentang prasejarah. Pada akhir Zaman Es, banjir besar yang diceritakan dalam kitab suci berbagai agama benar-benar terjadi dan menenggelamkan paparan benua Asia Tenggara untuk selamanya.

Hal itu yang menyebabkan penyebaran populasi dan tumbuh suburnya berbagai budaya Neolitikum di Cina, India, Mesopotamia, Mesir dan Mediterania Timur. Akar permasalahan dari pemekaran besar peradaban di wilayah subur di Timur Dekat Kuno, berada di garis-garis pantai Asia Tenggara yang terbenam.

"Indonesia telah melakukan aktivitas pelayaran, memancing, menanam jauh sebelum orang lain melakukannya," ujar dia. Oppenheimer mengungkapkan bahwa orang-orang Polinesia (penghuni Benua Amerika) tidak datang dari Cina, tapi dari pulau-pulau Asia Tenggara. Sementara penanaman beras yang sangat pokok bagi masyarakat tidak berada di Cina atau India, tapi di Semenanjung Malaya pada 9.000 tahun lalu.

Eden In The East juga mengungkapkan bahwa berbagai suku di Indonesia Timur adalah pemegang kunci siklus-siklus bagi agama-agama Barat yang tertua. Buku ini 'membalikkan' sejumlah fakta-fakta yang selama ini diketahui dan dipercaya masyarakat dunia tentang sejarah peradaban manusia.

"Buku ini memang juga ada biasnya. Karena penulis istrinya orang Malaysia sehingga ada perspektif Malaysia," kata Jimly yang hadir dalam acara itu.

Ada Piramida Raksasa di Jawa Barat

Mentari nyaris berada di atas ubun-ubun, saat empat mobil menepi di pinggiran Jalan Raya Soreang-Cipatik, medio Februari 2011. Siang itu, Kampung Badaraksa yang terletak di lereng bukit, kedatangan tamu.
Rombongan itu menyusuri  jalan kecil mendaki di tengah pemukiman penduduk, hendak menuju ke atas puncak Gunung Lalakon, yang terletak di Desa Jelegong, Kecamatan Kotawaringin, Kabupaten Bandung.
Dari Kampung Badaraksa yang berada di ketinggian sekitar 720 m di atas permukaan laut, mereka bergegas naik memutari bukit dari bagian selatan ke barat.
Sambil membawa berbagai peralatan dan beberapa gulungan besar kabel, rombongan membelah hutan gunung. Derap langkah kaki mereka seolah berkejaran dengan ritme suara jengkerik, dan tonggeret di kanan-kiri.
Tim yang terdiri dari sekelompok pemuda dan para peneliti itu, akhirnya sampai di puncak setinggi 988 meter dari permukaan laut.
Kabel direntang. Tim mulai memasang alat geolistrik yang mereka bawa. Sebanyak 56 sensor yang dipasangi altimeter (alat pengukur ketinggian) diuntai dari puncak bukit ke bawah lereng, masing-masing berjarak lima meter, dicatu oleh dua aki listrik.
Alat-alat itu berfungsi mendeteksi tingkat resistivitas batuan, dan bisa digunakan menganalisa struktur kepadatan batuan hingga ratusan meter ke bawah.  “Tujuan kami saat itu mengetahui apakah ada bangunan tersembunyi di dalam gunung,” kata Agung Bimo Sutedjo, kepada VIVAnews, di Jakarta, Selasa, 15 Februari 2011.

Selasa, 22 Februari 2011

Ical dan Rizieq Merasa Aman dengan NU

Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) dan Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq mengaku dirinya merasa aman dengan Nahdlatul Ulama (NU).
"Saya merasa tenang dan nyaman berada di NU. Karena itu saya berharap NU berkembang di seluruh Indonesia seperti di Jatim," katanya di Surabaya, Selasa.
Ia mengemukakan hal itu saat berbicara dalam seminar memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-88 NU yang digelar PWNU Jatim dengan pembicara utama KH Hasyim Muzadi (Rais Syuriah PBNU).
Seminar bertajuk "NKRI, Aswaja, dan Masa Depan Islam Nusantara" itu menghadirkan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Ketua Umum PBNU KH Said Aqiel Siradj, KH Noer Iskandar SQ (PPP), dan Ja`far Umar Thalib (Laskar Jihad).
Di depan ratusan pengurus NU se-Jatim, Ical mengaku gundah dalam kehidupan berbangsa yang penuh intrik dan fitnah serta kekerasan.
"Intrik, fitnah, dan kekerasan membuat hidup kita tidak enak, karena itu saya berharap NU menjadi penjaga bangsa, garda bangsa yang mengedepankan nilai-nilai agama sehingga NU menjadi perekat kemajemukan," katanya.
Senada dengan itu, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menyatakan NU merupakan "jangkar persatuan" dalam kemajemukan masyarakat Indonesia dalam suku, budaya, bahasa, dan sebagainya.
"Kalau konsisten pada tradisi berpikir, NU akan menjadi pilar bagi eksitensi Indonesia, sehingga kita akan maju dalam politik yang diarahkan pada dua hal yakni kemajuan ekonomi dan karakter," katanya.
Sementara itu, Ketua Umum FPI Habib Rizieq mengaku NU adalah "rumah besar Aswaja" di dunia dan pimpinan NU adalah orang tua sendiri.
"Kami sangat mencintai NU, karena NU itu rumah besar kami dan pimpinannya adalah orang tua kami," katanya.
Oleh karena itu, ia mengajak NU dan para ulama untuk menjaga Indonesia dari intervensi pihak luar yang memasukkan aliran sesat dan pikiran liberal.
Tiga sumbangan NU
Dalam acara itu, Rais Syuriah PBNU KH Hasyim Muzadi selaku pembicara utama menegaskan bahwa tiga sumbangan besar NU yang telah diakui dunia adalah menata hubungan negara dan agama, mabadi khoiro umma (umat yang berkarakter baik), dan penguatan sipil.
"NU sudah dikenal dunia dengan menata hubungan negara dan agama dalam nilai-nilai, sehingga Indonesia bukan negara sekuler dan bukan negara agama, tapi agama dapat berkembang dengan baik," katanya.
Bahkan, nilai-nilai agama yang mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara membuat agama tidak sekedar ritual, tapi ada dalam kehidupan masyarakat secara damai.
"Karena itu kalau para pemimpin Indonesia mau mempertahankan NKRI, saya kira perlu membesarkan NU dan pesantren," kata pengasuh Pesantren Mahasiswa Al Hikam di Malang dan Depok itu.
Pandangan itu dibenarkan Guru Besar Universitas Paramadina Jakartam, Prof Yudi Latief.
"Islam secara politik di Indonesia memang kurang bernasib bagus, tapi Islam secara kekuatan sipil cukup bagus, sehingga aturan tentang zakat, pernikahan, perbankan, dan sebagainya juga menjadi aturan umum tanpa masalah," katanya.
Oleh karena itu, NU sebagai kekuatan sipil memiliki peran penting dalam menjadi moderasi kebangsaan dan kenegaraan hingga usianya yang ke-88 tahun.
Sementara itu, Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah menyatakan pihaknya menggelar seminar itu untuk meneguhkan komitmen parpol besar kepada Islam yang menjadi Rahmatan Lil Alamin.
"Kami juga ingin mendengar langsung pernyataan berbagai komponen Islam tentang Islam sebagai Rahmatan Lil Alamin, karena itu kami mengundang FPI, Ja`far Umar Thalib, PBNU, dan sebagainya," katanya.

Minggu, 20 Februari 2011

Film Indonesia Tanpa Hollywood

Alkisah, di masa depan yang tak terlalu jauh, dua sahabat sedang ngopi-ngopi di sebuah kafe. Hari Jumat sudah berlalu, akhir pekan tiba, dan mereka tak ada rencana malam itu. Mas Eksmud berpikir untuk mengajak Mbak Karir ke bioskop saja, terlalu pagi untuk clubbing. Ia melontarkan idenya.

“Rir, gimana kalau kita nonton aja.”

Mbak Karir tersenyum, akhirnya diajak nonton juga.

“Ih, tumben ngajak aku nonton, Mud. Emang kamu mau nontonnya apa?”

Ah, sepertinya ajakan ini tepat. Mas Eksmud sebetulnya belum tahu ada film apa di bioskop, jadi ia berpikir akan menurut saja akan pilihan si mbak. Mereka pun mulai membahas.

“Terserah kamu aja Rir, pokoknya yang kamu suka.”
“Bener yaaa, coba aku cek jadwal bioskop hari ini.”

Mbak Karir langsung membuka situs informasi bioskop lewat smartphone nya. Iya dong, sekarang saja semua begitu, apalagi ini kan ceritanya di masa depan. Sekejap pun muncul di layar, daftar film yang diputar di bioskop mal kelas menengah atas di mana kafe itu berada.

“Kita nonton yang sorean kan, Mud? Aku males kalau yang kemaleman”.
“Boleh, terserah kamu aja.”
“Ini yang jam 7-an ya… Cinta Putri 6, Permaisuri Yang Tertukar 5, Spider-Gadis 2, sama Godaan Alien Sexy.”

Selamat datang di masa depan. Ceritanya, sejak film import dikenakan pajak royalti yang baru oleh pemerintah, perlahan-lahan film asing berkurang dari layar bioskop sampai akhirnya nyaris tak ada. Dan akhirnya, bioskop mulai menayangkan sinetron, ya, produksi sinetron yang dipaksakan untuk bioskop. Absurd ya? Biarin aja, ini kan khayalan saya. Kembali ke kafe, Mas Eksmud berpikir sejenak akan pilihannya.
“"Godaan Alien Sexy. Ah iya. Kedengarannya menjanjikan, old school gitu."”


“Hmm… Aku nggak ngikutin Cinta Putri. Permaisuri udah nonton. Spider-Gadis ini yang mana sih ya, Rir?”
“Itu, Mud, yang main si Shinohara. Ceritanya superhero gitu deh.”
“Wah, cakep tuh.”
“Dasar, begitu cewek berbaju ketat, aja, mau kamunya. Nggak mood ah.”.
“Ya mood-nya apa dong, ya aku ngikut aja Rir.”.
“Lagi pengen nonton film yang agak berat gitu.”.

Film yang “agak berat”. Sangar.

“Weits, keren bener nih, pengen nonton yang berat-berat.”
“Sekali-sekali, Mud. Buat variasi, kan bosen juga nonton yang hiburan cetek.”
“Hahaha setuju, sip lah Rir. Sekali-sekali nonton yang agak ‘nyeni’ gitu. Yuk.”
“Asiiik… Kita ke bioskop sekarang ya, filmnya 1 jam lagi.”

Keduanya langsung beranjak dan bersiap pergi ke bioskop. Mas Eksmud seperti berpikir sejenak.

“Dulu, film kita kadang masih ada ya yang kualitasnya diakui dunia. Sekarang nggak ada lagi yang kayak dulu ya, Rir.”
“Ya dulu aja langka, sekarang masih ada film serius begini aja udah sukur.”

Iya, Mas Eksmud berpikir. Dulu pun kalau ada film yang bisa menembus dan dapat penghargaan di luar negeri itu pun karena produsernya sendiri yang niat membiayai sendiri. Sekarang mungkin mereka sudah kapok.

“Apa tadi, judulnya? Aku lupa.”
“Godaan Alien Sexy.”
“Ah iya. Kedengarannya menjanjikan, old school gitu.”

Tampaknya di masa depan dunia khayalan ini sudah semakin absurd dan terbolak-balik.  Ya, ini memang cuma mimpi buruk yang lebay. Jadi terpikir setelah melihat pembahasan yang baru berkembang tentang pajak royalti akan film import dan gosip kemungkinan produsen film AS memboikot eksport ke Indonesia. Yah, jadi sekedar berkhayal, seperti apa bioskop kita andai produksi film nasional akhirnya koma dan film import tidak ada.

Jumat, 18 Februari 2011

Plesetan Lagu SM*SH "I Heart You."

Wajah Sule dkk memang tak seganteng para personil Sm*sh. Tapi mereka jelas lebih lucu.

Para pendukung Opera van Java rupanya kini melebarkan sayap ke dunia lain selain komedi. Mereka kini menyanyi. Lucu-lucuan, tentu saja. Toh 'lagu' pertama yang mereka rilis adalah parodi lagu yang sedang naik daun saat ini yang dipopulerkan oleh boyband Sm*sh, I Heart You.

Bukan hanya liriknya yang dipelesetkan ("You know me so well" menjadi "Bibirmu dower"), mereka pun memparodikan video klipnya. Ehm, maksudnya, memparodikan sebagian kecil video klipnya. Sisanya ya adegan komedi ala OVJ. Apalagi di video klip parodi ini mereka menggunakan 'model video klip' yang tak biasa: seekor ular dan buaya. Hidup pula. Bayangkan saja reaksi Nunung saat melihat dua binatang buas tersebut. Kira-kira dia ngompol lagi kah?

Tonton saja videonya di bawah, lalu putuskan, apakah Anda lebih suka I Heart You versi Sm*sh, atau Cenat-Cenut versi OVJ?


Christian Gonzales Main Sinetron 'ISLAM KTP'

Striker Timnas PSSI asal Persib Bandung, Christian Gonzales bermain sinetron ISLAM KTP yang diproduksi sebuah stasiun televisi swasta nasional di Jakarta.

Striker naturalisasi tersebut akan bermain dan mengikuti skenario yang menceritakan perjalanan hidupnya sebagai pemain sepak bola profesional, menjadi mualaf serta kehidupan kesehariannya beserta keluarga dan lingkungannya.

"Kebetulan Christian sedang libur kompetisi bersama Persib, jadi ada di rumah. Berbeda dengan biasanya kita berlibur ke luar kota tahun ini kami manfaatkan untuk mencari pengalaman baru main sinetron, kebetulan kesempatan itu ada," kata Eva Nurida Siregar, istri Christian Gonzales di Bandung, Kamis.

Eva menyebutkan, shooting sinetron ISLAM KTP hanya berlangsung sehari, dan hal itu tidak mengganggu program latihan bersama Persib Bandung yang kebetulan sedang libur. Ia juga sudah mendapat izin dari Persib untuk kegiatan mengisi liburannya itu.

Menurut Eva, melalui pengalaman barunya itu, ia dan suaminya berharap mendapatkan sesuatu yang baru, dan yang jelas memberikan hiburan kepada masyarakat yang selama ini mengenal Gonzales sebagai pemain sepak bola.

Rencananya, Christian Gonzales yang setelah menjadi mualaf menyandang nama Mustafa Habibie" akan memerankan sebagai seorang pria, pemain sepak bola, mualaf, kepala keluarga serta idola masyarakat. Dalam shooting, ia akan memerankan dirinya sendiri dan ditemani istri dan anak pertamanya, Amanda.

"Hari ini (Kamis), kami sekeluarga menghapal skenarionya buat shooting besok hari di sekitar Jakarta. Lucu juga ngapalin skenario karena ini pertama kalinya ia lakoni," kata Eva.

Menurut Eva, kesempatan untuk mengaktualisasi diri di sektor lain merupakan tantangan tersendiri, terlebih apa yang dilakoninya tidak mengganggu aktivitas pekerjaan suaminya sebagai pemain sepak bola profesional.

Ia berharap, penuturan pengalaman hidup Christian dan keluarganya bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat di Indonesia yang selama ini mengenalnya di lapangan hijau. (antara/dar)

Selasa, 15 Februari 2011

Strategi Menjalankan PTC Neobux

Bagaimana menghasilkan $50 sehari di Neobux.

Ini adalah panduan bagaimana untuk mendapatkan "penghasilan Nyata" pada situs PTC tanpa harus membayar untuk apapun. Yang perlu diperhatikan $50 sehari tidak akan mungkin diraih begitu saja. Anda tetap hanya akan menghasilkan beberapa sen saat pertama memulai. Hal ini disebut "KESABARAN". Dengan cara ini, saya tidak perlu berinvestasi untuk mendapatkan penghasilan dari PTC. Jika Anda memiliki uang untuk diinvestasikan, maka ber-investasilah dan Anda akan menghasilkan lebih cepat dari saya.

Kunci untuk menghasilkan di Neobux adalah dengan referral. Simple saja, jika Anda tidak memiliki referral, Anda tidak akan menghasilkan. Anda bisa menyewa referral langsung dari Neobux. Referral adalah manusia dan butuh $0,25 untuk menyewanya untuk 1 bulan. Beberapa referral akan aktif dan beberapa tidak. Untuk me-recycle referralyang tidak aktif, Anda harus membayar $0,07. Mungkin terlihat mahal, tapi pantas untuk dilakukan. Jika Anda tidak recycle referral yang tidak aktif, Anda akan kehilanfgan lebih banyak uang Anda.

Saat Anda mencapai $0.75 dengan klik sendiri ( jika tidak berinvestasi ) Anda bisa mulai menyewa 3 referral Anda yang pertama, inilah kesalahan yang banyak dilakukan member baru. Membutuhkan beberapa lama untuk mencapai $0.75 dan member merasa bersemangat untuk menyewa referral, saat member melakukan ini, mereka tidak menyadari bahwa mereka tidak memiliki cukup dana untuk melakukan maintain referral sewa mereka dan referral mereka akan begitu saja expire karena member tidak lagi dapat membayar untuk masa sewa berikutnya.

Sebelum Anda memutuskan untuk menyewa referral, Anda paling tidak harus memiliki $3 dan melakukan transfer ke Renting Balance dari Main Balance Anda. Dengan begini Anda teah mengalokasikan dana sebesar $1 untuk masing-masing referral dan Anda akan dengan mudah dapat melakukan recycle jika mereka tidak aktif atau membayar perpanjangan masa sewa mereka untuk 1 bulan kedepan. Memang butuh cukup banyak waktu untuk mencapai $3 denganklik sendiri, namun dengan cara ini Anda bisa tetap menyewa mereka dan mengganti referral yang tidak aktif tanpa harus merasa takut tidak memiliki dana untuk itu semua.

Autopay adalah salah satu keharusan lain. Segera setelah Anda menyewa 3 referral pertama Anda, set Autopay On. Untuk memperpanjang sewa referral selama 30 hari dibutuhkan dana sebesar $0.25. Dengan Autopay On, merekalahyang akan membayar perpanjangan masa sewa mereka, bukan Anda. Cara kerjanya adalah alokasikan 1 klik dari setiap referral Anda setiap hari ke dana perpanjangan sewa mereka ( $0,30 ), artinya Anda akan mendapat earn yang lebih kecil, namun referral Anda akan tetap bersama Anda selama mereka Aktif.

Melakukan PO terlalu dini adalah masalah besar bagi beberapa member Neobux, saat Anda meminta pembayaran Anda akan dibayar secara INSTAN ke akun Alertpay atau Paypal Anda. Hanya untuk membuktikan bahwa Neobux legit ( yang memang Legit ) banyak member earn dolar dengan klik sendiri kemudian melakukan Cashout. woo-hoo. Sekarang Anda memiliki SEMUA DOLAR di akun Alertpay/Paypal Anda. Dolar-dolar itu seharusnya diutamakan untuk menyewa referral. Dengan startegy ini Anda memindahkan $3 ke renting balance sebelum menyewa 3 referral. Jadi $1 per referral. Saya tidak akan melakukan CashOut sebelum saya memiliki +1000 referal. Sewa terus referral paket 3 ( Anda akan bisa menyewa referral dengan paketyang lebih banyak seiring dengan earn dari referral Anda) dan lakukan terus sampai referral Anda memiliki 300 referral. Ini memang membutuhkan waktu yang agak lama. Ini yang kadang-kadang membuat member merasa bosan. Saat Anda memiliki 300 referral, jangan sewa referral lagi, cukup maintain referral yang sudah Anda miliki. Tetap lakukan ini sampai Anda menyentuh angka $100 dan Anda bisa menggunakan $90 untuk membayar keanggotaan Golden. Mencapai $100 tidaklah membutuhkan waktu sebanyakyang Anda kira jika Anda sudah memiliki 300 referral dan setelah Anda upgrade ke Golden, earn Anda akan berGANDA. Inilah bagian paling menarik. Golden membutuhkan biaya $90 namun Anda akan mendapat $0,01dari setiap view ads referral Anda.

Sewa lagi referral setelah Anda Golden dan jangan Cashout. Ingat, Anda sama sekali belum pernah Cashout, dan teruskan itu sampai referral sewa yang Anda miliki sebanyak 2000 referrals. Tapi jika Anda berencana Cashout, Anda sudah dapat melakukan Cashout sebanyak $50 sehari, dan inilah akhir strategy.

Strategy ini juga akan sangat membantu Anda di petualangan Neobux Anda untuk mendapatkan Direct Referral dengan menggunakan Link referral di Member Area.

Sinetron Tidak Mendidik


Jika sejumlah kalangan menilai sinetron Indonesia mengalami penurunan kualitas, tidak demikian dengan pendapat Donita. Artis sinetron ini justru sebaliknya, melihat banyak sisi perkembangan, termasuk dari sisi produksi sinetronnya sendiri.

"Karena saya main sinetron juga, lumayan berkembang kok banyak sinetron stripping, kalau dulu kan lebih banyak pada weekly saja dan pembuatan weekly bisa memakan waktu hingga 3 harian. Tetapi kalau sekarang kan tidak, satu hari juga sudah cukup dan otomatis ada kemajuan di sinetron kita," ungkap Donita berarguman.

Soal sinetron Indonesia yang dianggap kurang mendidik, Donita yang ditemui di Kantor MD Entertainment, Jakarta, Jumat (11/02), kurang setuju. Tergantung masing-masing orang, bisa mengambil nilai pendidikannya atau tidak, karena dari peran antagonis pun bisa diambil nilai pendidikannya.

"Tergantung darimana orang melihatnya, dan kalau dibilang kenapa sinetron Indonesia sekarang lebih banyak didominasi peran antagonis, dari situ kita bisa menilai kalau peran antagonis itu dalam kehidupan sehari-hari ya seperti itu dan tergantung pada pendapat masing-masing," terangnya.

"Menurut aku orang menonton sinetron itu bukan untuk pendidikan, tapi lebih pada menghibur dan para entertainment mengambil peran di sinetron itu mungkin karena cerita, dan yang kedua mungkin soal materi. Dan itu (materi) yang pertama, karena bohong banget kalau kita tidak cari uang, tapi yang kedua ada maksud masyarakat bisa terhibur dengan apa yang kita mainkan," sambungnya.

Donita pun menilai tidak ada yang perlu diubah dengan kondisi sinetron di Indonesia sekarang ini. Apalagi dengan peran lembaga pengawasan penyiaran dan lembaga sensor, sinetron akan semakin berkualitas.

"Tidak ada ya, karena kalau kita perhatikan kalau dulu banyak kata-kata yang nggak banget untuk ditayangkan sementara kan banyak anak-anak yang mungkin belum pantas atau layak untuk melihat sinetron, tetapi sekarang kan banyak lembaga sensor di Indonesia dan itu berfungsi banget," tegasnya. (kpl/dis/dar)

“Aku Merindukanmu O Muhammadku” Oleh A.Mustofa Bisri


    Di mana-mana sesama saudara
    Saling cakar berebut benar
    Sambil terus berbuat kesalahan
    Qur’an dan sabdamu hanyalah kendaraan
    Masing-masing mereka yang berkepentingan
    Aku pun meninggalkan mereka
    Mencoba mencarimu dalam sepi rinduku

    Aku merindukanmu, o, Muhammadku

    Sekian banyak Abu Jahal Abu Lahab
    Menitis ke sekian banyak umatmu

    O, Muhammadku -selawat dan salam bagimu-

    Bagaimana melawan gelombang kebodohan
    Dan kecongkaan yang telah tergayakan
    Bagaimana memerangi
    Umat sendiri? O, Muhammadku

    Aku merindukanmu, o, Muhammadku


Itu adalah penggalan sajak Aku Merindukanmu, o, Muhammadku yang saya tulis belasan tahun lalu. Ketika jarak waktu semakin jauh, sunah dan perilaku Rasulullah SAW semakin tidak tampil jelas dalam perilaku para pemimpin Islam, kita semakin merindukan Pemimpin Agung budiman itu.
Kita merindukan wajah tersenyumnya yang teduh pada saat banyak wajah pemimpin agama masa kini yang sangar. Kita merindukan kelembutan sikapnya yang merangkul pada saat banyak pemimpin agama masa kini yang tampak lebih suka bersikap kasar menakutkan.

Kita merindukan dakwahnya yang mengajak pada saat banyak pemimpin agama masa kini yang tampak lebih suka menghardik dan membentak. Kita rindu kasih sayangnya yang menebarkan rahmat pada saat banyak pemimpin agama masa kini yang kebenciannya menebarkan laknat.

Salawat dan salam bagimu, ya Rasulullah…
Salawat dan salam memang semakin kencang berkumandang. Ghierah dan kecemburuan terhadap agama dan Sang Rasul Muhammad SAW juga semakin hebat. Orang lain memercayai kepercayaan lain atau memercayai adanya nabi lain pun sudah cukup meluapkan kemarahan.

Namun, anehnya, dalam pada itu, dengan gampang orang menistakan agama dan Rasulnya dengan melakukan perbuatan keji yang bertentangan dengan ajaran agamanya yang rahmatan lil’aalamiin dan tuntunan Rasulnya yang lemah lembut penuh kasih sayang. Ada ’’pemimpin agama’’ yang dengan bangga mengatasnamakan agama untuk meneriak-anjurkan kekerasan. Na’udzu billahi min dzalik.

Amar makruf nahi mungkar yang dilakukan Rasulullah SAW karena kasih sayangnya kepada umat, karena itu dilaksanakan dengan makruf dan tidak dengan cara mungkar, tiba-tiba kini ada saja yang meneruskannya tapi karena kebencian dengan cara yang mungkar dan tidak makruf.

Seperti kita ketahui, Rasulullah SAW sebagaimana diperikan dalam kitab suci Alquran adalah pemimpin yang tidak tegaan, yang tidak tahan melihat penderitaan umatnya. Pemimpin yang penuh perhatian, sangat belas kasihan dan penyayang kepada umatnya (Q. 9: 128).

Demi umatnya, bahkan seluruh umat manusia, Rasulullah SAW rela menderita. Karena itu, tuntunan-tuntunan mulia terus beliau berikan bagi kemaslahatan umat. Beliau ajar-contohkan bagaimana hidup sederhana, bagaimana menghargai manusia, bagaimana bergaul dengan sesama hamba Allah, dan seterusnya.

Dalam berdakwah, Rasulullah SAW tidak hanya mengajak dengan lisan, tapi terlebih dengan sikap dan perilakunya yang santun serta simpatik. Sesuai perintah Tuhannya (Q. 16: 125), Rasulullah SAW mengajak mereka yang belum di jalan Allah atau dan yang sesat di jalan dengan cara hikmah, bijaksana, dan nasihat yang baik. Bila perlu berdebat, beliau melakukannya dengan cara yang lebih baik ketimbang lawannya.

Demikianlah, dengan keluhuran budinya, Rasulullah SAW berjuang dan berhasil membangun keluhuran peradaban manusia. Peradaban yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sebagai hamba Allah dan khalifah-Nya di muka bumi.

Karena itu, akankah kini kita tega mencederai peradaban yang susah payah beliau perjuangkan dan bangun itu?

Salawat dan salam bagimu, ya Rasulullah.

Dikutip ruanghati.com dari JPNN dalam rangkaian hari Maulid Nabi Muhammad SAW

Sabtu, 12 Februari 2011

Tahun 2010 Penuh Dengan Pilkada


Indonesia boleh jadi adalah negara yang punya kehebohan sendiri di banding negara-negara lain di dunia. Siapa sangka kalau pilkada di negeri ini merupakan yang terbanyak dan terepot di negeri mana pun yang melakukan sejenis pilkada.

Di tahun 2010 kemarin, tidak kurang dari 227 pilkada berlangsung di tingkat propinsi maupun kabupaten dan walikota. Belum lagi jika terjadi sengketa, pilkada pun akhirnya diulang. Ini berarti, hampir setiap hari berlangsung pilkada.

Menariknya, dari ratusan pilkada itu, 74 persennya bermasalah. Artinya, sebanyak 74 persen itu pilkada berujung ke pengadilan Mahkamah Konstitusi. Ada yang diputus tanpa pilkada ulang, ada juga yang akhirnya diulang.

Pertanyaannya, berapa besar anggaran negara tersedot buat pilkada yang terbanyak di dunia itu?

Kalkulasi yang didapat dari KPU, untuk tahun 2010 saja, tidak kurang dari 4,2 trilyun rupiah mengucur buat pilkada. Hitung-hitungan itu berbunyi: 50 sampai 70 milyar buat provinsi dan 7 sampai 10 milyar buat tingkat kabupaten dan walikota. Itu pun hitung-hitungan yang paling minimal. Karena kenyataannya, biaya pilkada membengkak hampir dua kali lipat.

Dan uang yang mesti keluar itu hanya dari kantong negara dalam hal ini APBD. Sementara, dari masing-masing calon punya hitung-hitungan sendiri.

Untuk tingkat provinsi, seperti yang diperkirakan Mendagri Gamawan Fauzi, setiap calon minimal sudah siap dengan uang sebesar 20 milyar rupiah. Itu pun tergantung daerah pemilihan. Untuk provinsi-provinsi besar seperti Jakarta, Jawa Barat, dan lain-lain; tentu tiap calon harus menyiapkan uang yang jauh lebih besar.

Lalu, buat apa uang sebesar itu dalam proses pilkada? Nah, inilah yang lebih menarik lagi. Dan mungkin, hanya di Indonesia yang berlangsung seperti ini.

Uang dari calon peserta pilkada itu dialokasikan buat kampanye, atribut, dan satu lagi: transaksi dengan parpol pendukung. Karena umumnya, para calon peserta bukan berasal dari orang parpol.

Menariknya lagi, di kebanyakan proses pilkada, para parpol pendukung lebih cocok melakukan kesepakatan kerjasama dengan calon-calon yang bukan kader partainya sendiri. Dan incaran parpol yang paling utama adalah calon yang masih menjabat sebagai kepala daerah atau incumbent.

Kalau saja di satu pilkada, parpol dapat uang 20 persen dari alokasi anggaran calon, bisa dibayangkan, berapa penghasilan parpol untuk 227 pilkada di tahun 2010 kemarin. Wow, luar biasa!

Mungkin, apa yang saat ini selalu dipikirkan tentang pilkada oleh para pimpinan parpol adalah kalau saja kaderku tahu betapa nikmatnya proyek pilkada, mungkin mereka akan berdoa agar selalu ada pilkada setiap hari. mnh

Sumber : Eramuslim.com