Iklan

Sabtu, 12 Februari 2011

Potensi Pemuda Hidup Di Desa


BANDUNG. Kebanyakan pemuda sekarang memiliki pemikiran bahwa usaha dan bekerja di kampung bukanlah suatu suatu kebanggaan, mereka menginginkan merantau dan memiliki pekerjaan di kota-kota besar, dengan harapan saat mudik lebaran setidaknya bisa memperlihatkan kesuksesan selama merantau kepada warga kampung.
Namun lain halnya dengan Ari Kusmawan (26), warga Tari Kolot Desa Mangku Pagar kec. Cilawi Kab, Garut ini, lebih memilih tinggal di kampung dari pada harus mengembara ke kota. Selepas lulus S1 jurusan Muamalat di Universitas Islam Negeri Bandung tahun 2009, ia mulai merasakan ternyata tantangan menghadapi perjalanan hidup tidaklah semudah yang dibanyangkan.
Beberapa usaha mulai ia rintis, mulai dari jual beli ikan, padi hingga sayuran. Namun semua itu selalu dihadapinya dengan pesimis, “Waktu itu mental saya masih pekerja dan bukan pedagang jadi apa yang dilakukan tidak lebih dari batu loncatan,” ujar Ari saat dihubungi melalui telepon, Rabu (09/02).
Sekarang Ari mulai merasakan nyaman hidup di kampung, udara yang sejuk, sungai yang jernih, sawah yang menghampar, hutan yang hijau serta warga kampung yang ramah selalu menghiasi aktivitas kesehariannya, padahal semua itu sudah ada sebelum ia dilahirkan. “ Baru sekarang saya merasa bersyukur bisa lahir dan tinggal di pedesaan” kata pria lajang ini.
Rasa syukur dan perasaan nyaman tidak serta merta datang tanpa ada sesuatu yang menjajikan, hasil pembinaan selama 3 bulan dalam Program Pemuda Mandiri yang digulirkan bank bjb bersama Rumah Zakat menjadi awal yang mengubah cara pandang hidupnya. Perasaan minder tinggal di kampung sekarang menjadi kebanggaanya, sulitnya hidup di desa ternyata tidak sebesar apa yang dibayangkan.
Ari mengungkapkan, uang bukanlah modal utama tapi mental usaha dan mandiri harus lebih didahulukan dan selebihnya uang akan mengikuti. “Sebesar apapun uang tidak akan berkembang tanpa memiliki jiwa usaha,” tambahnya. Kini ia sudah memiliki peternakan domba dengan melibatkan 15 pemuda lainnya yang tergabung dalam Mandiri Corporation, semua temannya itu masih lajang begitu juga dirinya. Ari merasa prihatin dengan potensi pemuda dan alam yang belum dimaksimalkan dengan baik.
Dalam satu tahun terakhir hingga sekarang Ari sudah merawat dan memiliki 127 ekor domba dari bantuan awal 5 ekor domba. Hewan ternaknya terus bertambah hasil dari pembibitan, investasi dan pembelian hewan baru, selama itu pula berhasil menjual sebanyak 34 ekor saat musim qurban. Meski usahanya sebagai peternak terus berkembang, namun akan hambar jika tidak ada tantangan, Ari merasakan tantangan terbesar saat ini yaitu menyakinkan para anggota, bahwa usaha dibidang ini menjajikan, “Bagaimana pun memberikan semangat kepada anggota harus senantiasa diperhatikan,” jelasnya.
Aktivitas setiap hari bersama rekannya menyambit rumput, membersihkan kandang, mencukur dan memandikan domba hingga mencari peluang yang lebih besar. Kedepannya ia ingin mengembangkan kelompoknya ini hingga kecamatan lain, sekarang baru terbentuk 3 kelompok di kecamatan Ciseda, Karangpawitan dan Cibatu.
PPM merupakan program pendidikan bagi para pemuda di Jabar dalam membantu percepatan pembangunan di daerah. Dan di dukung oleh Pemprov Jabar dan Bank BJB, para pemuda ini mengikuti pendidikan selama 3 bulan dengan materi mulai dari entrepreneurship, agrobisnis dan ilmu keagamaan.

Media Relations Rumah Zakat
yudi_juliana@rumahzakat.org
sucipto@rumahzakat.org

Sumber : Eramuslim.com

Jumat, 11 Februari 2011

Husni Mubarak Akhirnya Mundur

Masyarakat Mesir di Inggris mengelar perayaan kemenangan menyusul mundurnya Presiden Husni Mubarak, di alun alun kota London, Trafalgar Square, Sabtu.
Pekerja sosial Tim Indonesia dan Timor Leste di Amnesty International, yang berkedudukan di London Aditya Muharam kepada koresponden Antara London, Jumat malam mengatakan bahwa perayaan besar-besar digelar untuk merayakan kemenangan rakyat Mesir di Kerajaan Inggris.
Sementara itu Perdana Menteri Inggris David Cameron mengatakan Mesir memiliki kesempatan dan momen berharga untuk bergerak menuju "kekuasaan sipil dan demokratis" di Mesir.
Hal itu disampaikan PM Inggris beberapa saat menyusul pengumuman pengunduran diri Husni Mubarak sebagai Presiden Mesir setelah terjadinya demontrasi yang dilakukan rakyat Mesir selama 18 hari yang menuntut pengunduran diri Presiden Mubarak yang berkuasa selama 30 tahun.
Pernyataan David Cameron disampaikan di 10 Downing Street, London, Jumat dan menyebutkan pemerintahan baru harus mulai untuk dengan membangun sebuah masyarakat yang terbuka, bebas dan demokratis.
Cameron mengatakan apa yang telah terjadi hari ini di Mesir merupakan langkah pertama dan Inggris sebagai teman Mesir siap untuk membantu dengan cara apapun.
David Cameron mengatakan Mesir telah mengalami "luar biasa" dan mendesak `kekuasaan sipil` setelah Husni Mubarak berhenti.
"Mereka yang sekarang menjalankan Mesir memiliki tugas untuk mencerminkan keinginan rakyat Mesir khususnya, harus ada perpindahan kekuasaan sipil dan demokrasi sebagai bagian dari transisi yang sangat penting bagi Mesir yang terbuka, demokratis dan bebas.
Sementara itu Pemimpin Partai Buruh Ed Miliband, mengatakan para pengunjuk rasa telah "meraih kemenangan besar" dan menyampaikan selamat dan tugas sekarang adalah menciptakan masa depan demokrasi yang dimenangkan hari ini"
Sementara itu pendiri dan pelindung dari British Society Mesir, Ahmed El-Mokadem, kepada BBC London mengatakan dia merasa "senang" Mubarak telah mengundurkan diri.
Ahmed El-Bayoumi, yang baru kembali dari dua minggu protes di Kairo dan berencana untuk terbang kembali ke negara asalnya pada hari Sabtu, menambahkan bahwa Mesir memiliki "begitu banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk membangun kembali negara".
"Jelas, kita perlu melihat siapa yang akan mengambil kekuasaan Kami memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan," ujarnya.
Dia mengatakan orang-orang Mesir telah "kehilangan kepercayaan" selama masa Mubarak sebagai presiden, yang telah menghentikan pembangunan negara.
Presiden Mesir Husni Mubarak akhirnya mengundurkan diri ditengah tuntutan mundur para demonstran.
Wakil Presiden Mesir, Omar Suleiman, baru saja mengumumkan Presiden Mubarak memutuskan mundur, dan kewenangan dipegang oleh dewan militer.
"Atas nama Allah yang Maha Penyayang, dalam situasi yang sangat sulit yang dihadapi Mesir, Presiden Husni Mubarak memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai presiden republik dan menunjuk Dewan Militer untuk menjalan tugas-tugas negara," kata Suleiman.
"Semoga Allah membantu kita semua," tambah Wapres Mesir. Pengumuman melalui televisi ini sontak disambut meriah oleh massa yang berdemonstrasi di Lapangan Tahrir dan kota-kota lain, seperti di Iskandariah.